Bereksplorasi dengan Furnitur Retro & Vintage
May 25, 2008 – 9:58 pmTERNYATA tren furnitur tahun tikus ini masih diramaikan dengan hadirnya beberapa warna baru yang cerah pengaruh dari gaya masa lalu yaitu retro dan vintage.
Gaya retro yang berkonsep back to sixties dan fifties tersebut masih menjadi acuan tren interior hingga saat ini. Desain interior tahun ini masih desain retro dan vintage karena tren untuk furnitur tidak sama dengan tren fashion yang dapat cepat berubah. Tren furnitur, biasanya berubah setahun sekali.
Terpilihnya tren retro dan vintage, karena masyarakat Indonesia sudah "jenuh" dengan gaya minimalis yang cenderung monokromatik. Sehingga menginginkan adanya perubahan dengan bentuk dan warnanya yang lebih cerah.
Gaya retro bisa ditampilkan dalam bentuk optik dan bentuk organik, serta warna-warni dalam nada terang. Desain retro merupakan gaya yang semua penataannya kembali ke dekorasi tahun 1950 sampai 1960-an. Kata retro sendiri merupakan kependekan dari retrospektif, yaitu kembali ke masa lalu.
Ciri-ciri furnitur retro lebih banyak menggunakan pilihan warna seperti oranye, pink, kuning apricot, serta hijau dan biru tosca. Selain itu, permainan bentuk grafis dengan bidang datar juga banyak digunakan. Sehingga lebih ceria dan tidak flat. . Pendek kata, semua akan serba lebih modern, simpel dan berwarna.
Sementara itu, gaya vintage banyak mengadopsi gaya yang lebih lampau sekitar tahun 1920-an. Dalam penerapannya banyak dipilih dari beberapa periode seperti baroque atau renaissance. Namun untuk elemen pembentuk ruangnya lebih mengarah pada gaya modern vintage yaitu langgam klasik yang disesuaikan dengan gaya terkini.









